
JAKARTA, optimakit.id – Transaksi QRIS Jepang Indonesia kini resmi memasuki babak baru yang semakin memudahkan para pelancong mancanegara saat berkunjung ke tanah air. Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa sistem pembayaran berbasis kode respons cepat ini sudah dapat digunakan oleh warga negara Jepang untuk berbelanja di berbagai merchant di Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem keuangan digital di kawasan Asia.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan kabar baik tersebut dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur pada Selasa (17/3/2026). Ia menegaskan bahwa kerja sama QR Cross Border antara kedua negara kini telah mengantongi izin operasional yang lengkap. Sebelumnya, layanan ini baru tersedia satu arah, yakni hanya bagi warga Indonesia yang sedang berada di Jepang.
Pemerintah kini telah membuka pintu bagi wisatawan Jepang untuk menikmati kemudahan yang sama saat mereka berada di Indonesia. Filianingsih menjelaskan bahwa izin untuk “Japan outbound” sudah resmi diterbitkan oleh otoritas terkait. Hal ini memungkinkan aplikasi pembayaran dari Jepang terintegrasi langsung dengan jaringan QRIS yang tersebar luas di seluruh pelosok nusantara.
Implementasi Penuh Layanan QRIS Antarnegara
Kehadiran layanan transaksi QRIS Jepang Indonesia yang bersifat dua arah ini melengkapi inisiatif yang telah dirintis sejak Agustus 2025 lalu. Dengan selesainya proses perizinan ini, setiap individu dari Jepang tidak lagi perlu repot menukarkan uang tunai dalam jumlah besar. Mereka cukup memindai kode QR yang tersedia di toko ritel, restoran, hingga pelaku UMKM di Indonesia.
Integrasi teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi bagi para turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Bank Indonesia terus mendorong perluasan kerja sama digital ini guna mendukung sektor pariwisata dan perdagangan nasional. Selain Jepang, Indonesia juga telah menjalin kerja sama serupa dengan beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Filianingsih menambahkan bahwa kelengkapan fitur QRIS dengan Jepang ini menjadi bukti nyata transformasi digital Indonesia yang semakin diakui dunia. Merchant lokal, terutama skala kecil dan menengah, akan mendapatkan manfaat langsung dari kemudahan akses pembayaran ini. Keamanan transaksi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan fitur QR Cross Border tersebut.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Sistem transaksi QRIS Jepang Indonesia diharapkan mampu mendongkrak volume perdagangan nontunai secara signifikan di masa depan. Penggunaan kode QR global ini mengurangi ketergantungan pada mata uang fisik dan meminimalisir risiko kehilangan uang tunai bagi wisatawan. Selain itu, proses konversi nilai tukar terjadi secara otomatis dengan kurs yang kompetitif dan transparan.
Pihak perbankan dan penyedia jasa pembayaran di kedua negara terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin akrab dengan fitur ini. Keberhasilan implementasi ini juga menjadi model bagi kerja sama ekonomi digital dengan negara maju lainnya. Bank Indonesia optimis bahwa langkah ini akan mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata yang lebih modern.
Konektivitas pembayaran digital antarnegara kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang memudahkan mobilitas lintas batas. Masyarakat Jepang kini bisa merasakan pengalaman belanja yang lebih praktis dan aman di berbagai kota besar di Indonesia. Inovasi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam adopsi teknologi pembayaran digital di kancah internasional.