optimakit.id, Medan – Beberapa hari terakhir, sebuah video dan unggahan yang beredar di media sosial menunjukkan protes terhadap suatu kebijakan di Kota Medan yang diduga melarang penjualan daging nonhalal, khususnya daging babi, telah viral dan memicu reaksi luas dari berbagai lapisan masyarakat.
Dalam video viral tersebut, puluhan warga dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) terlihat menyatakan penolakan mereka terhadap apa yang disebut sebagai “larangan penjualan daging nonhalal” di berbagai titik perdagangan di Kota Medan. Protes itu muncul setelah tersebarnya sebuah surat edaran dari Pemerintah Kota yang dipercaya sebagian pihak sebagai pelarangan total terhadap pedagang daging nonhalal.
Namun, pemerintah kota segera memberikan klarifikasi resmi bahwa informasi tersebut bukanlah larangan total, melainkan upaya penataan lokasi bagi para pedagang daging nonhalal. Dalam keterangan resminya, Pemkot menegaskan bahwa SE tersebut bertujuan mengatur tata ruang dan lokasi penjualan demi menjaga ketertiban umum dan kenyamanan bersama, bukan mencabut hak pedagang untuk berjualan.
Citra Capah, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, menjelaskan bahwa surat edaran itu sama sekali tidak bermaksud menghapus izin atau membatasi pedagang nonhalal secara diskriminatif, tetapi fokus pada penataan agar aktivitas perdagangan berjalan dengan teratur dan aman bagi konsumen serta pedagang lain.
Pernyataan ini sekaligus merespon berbagai kritik di media sosial yang menilai kebijakan tersebut diskriminatif terhadap pedagang nonhalal, terutama pedagang daging babi. Sementara itu, ormas yang sempat menggelar aksi protes menyatakan akan terus memantau kebijakan tersebut dan meminta Pemkot memberikan penjelasan publik lengkap agar tidak ada salah paham di masyarakat.
Klarifikasi dari pemerintah ini menjadi penting setelah banyak netizen membagikan konten yang seolah‑olah menegaskan larangan total penjualan daging nonhalal di Medan, yang tidak sesuai dengan isi kebijakan sebenarnya. Untuk informasi resmi lebih lanjut, pembaca dapat merujuk pada rilis berita terkini di media lokal.